Catalogue

Sunday, March 13, 2011

Jalan Jalan Singapore. Cerita Dila: Bagian 3


Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker: pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT.  
Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)

Baca dulu cerita Dila bagian 1 di sini, dan bagian 2 di sini.

Show Time: Chinatown!

 Di stasiun MRT Chinatown

Dari Little India, kami lanjut ke Chinatown. Hmm, sebenarnya rute ini kurang efisien. Berhubung kami sudah sangat kelaparan, jadi dari hostel kami putuskan untuk ingin segera makan di Little India. Aturan kalau ingin urut: Lavender (hostel)- Bugis- Haji Lane - Merlion Park - Orchard - Chinatown - Little India. Tapi tak perlu khawatir, dengan tiket terusan semua terasa menjadi mudah dan murah. Mau bolak balik rute seribu kali juga tetep SGD 8 sehari hihihi.

Begitu sadar kami tidak efisien dalam rute, dan akan memakan banyak dollar utk MRT, akhirnya kami membeli Singapore Tourist Pass alias tiket MRT, bus dan LRT terusan, di Chinatown. Sehari cukup SGD 8 dengan deposit uang jaminan SGD 10 (nanti dikembalikan saat kamu mengembalikan kartu). Aturan langsung beli aja di Changi Airport begitu mendarat. Silakan klik ini untuk tahu detail tentang Singapore Tourist Pass :)

Yap! Dengan kecepatan super kami sampai di Chinatown :) Ada gapura bernuansa Tionghoa besar sekali di tengah jalan protokol. Pinggir-pinggirnya dipenuhi bunga sakura buatan dari lampu-lampu kecil warna pink. Kalau malam pasti cantik banget. Saya sempat bilang ke zata, "Zat tuh banyak bunga sakura." Zata jawab, "Itu beneran Dol?" Terbukti kan betapa miripnya sakura buatan dengan aslinya? Atau zata aja yang terlalu kagum? Hihihi

 Di depan Gapura

Di Chinatown, begitu keluar station, langsung disambut oleh pasar. Barang-barangnya ya barang-barang China hehehe. Banyak pernah-pernik dan oleh-oleh yang dijajakan di sini. Mulai dari kaos, baju, gantungan kunci, dll. Di sini juga banyak kafe-kafe yang berbau-bau Chinese maupun bule (maksudnya steak-steak gitu). Bule-bule minum-minum beer dengan ceria di sini.  

Hal menarik yang kami temukan di sini bukanlah membeli oleh-oleh atau baju-baju China (barangnya biasa-biasa aja, bener deh), melainkan air minum murah!! Hahaha. Zata girang banget nemuin sebuah warung dengan kulkas besar dipajang di depan bertuliskan 70cent each! Dan di dalam kulkas itu berisikan harta karun berupa beragam minuman dingiiiiiin! Jujur saja kami sulit menemukan tap-water di jalan-jalan. Sumpah kami cuma ketemu sama tap-water di Changi doank! Dehidrasi bukan kepalang kan jalan-jalan di tengah panasnya bumi Merlion. Hehehe.
"Dol ini beneran 70cent doank? Murah bangeeeet, biasanya 1 dollar lebiiiiih bahkan 2!!" Zata mulai kalap karena kehausan. Akhirnya doi membeli pulpy orange minute maid 600ml dengan masih berkomentar,"Ini murah banget doool, beneran nggak sih? Di INA aja minute maid lebih mahal botolnya kecil." mata zata berbinar-binar. Oke, oke, Zata sayangku, selamat minum air surgawimu sepuasnya :)

Setelah girang habis dapat air minum, kami foto-foto sebentar. Kami kembali ke bawah tanah demi meraih MRT menuju Bugiiiiiis.


Zata bergaya di Chinatown
Ps: kaki saya dan zata masih lumayan fit ya ini, fyi. Hehehe.

... bersambung

Dila with love :*

ps: baca juga cerita Zata di sini.

4 comments:

  1. indeed. that's way Zata gone crazy, Lol :D

    ReplyDelete
  2. Seruu.. Ceritanya. Tips and trick kalau shopping di Chinatown: harus selalu tega buat nawar ampe semurah-murahnya, dan anti pasang muka-pengen! Hehehe :D

    ReplyDelete