Catalogue

Saturday, March 19, 2011

Jalan Jalan Singapore. Cerita Dila: Bagian 4


Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker: pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT.  
Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)

Bugis dan Haji Lane: Serangan Kaki Dimulai!

Dari Chinatown, kami Meluncur dengan mulus menuju Bugis. Ganti jalur  dulu di Outram Park. Sayangnya MRT sedang penuh terus. Terpaksa kami harus berdiri enjot-enjotan di kabin. Untuk mengusir pegal di kaki, kadang kami bercanda-canda dan berfoto-foto ria di MRT hehehe.

 Zata di MRT

Sampailah kami di Bugis! Di sini surga barang-barang lucu dan murah. Mulai dari sepatu, baju, tas, jam, rok, oleh-oleh. Penuh sesak seperti Tanah Abang, kami menyusur Bugis Street dengan gegap gempita. Di sini barulah kami keluarkan dollar yang sedari tadi diborgol di brankas dompet kami :). Kamu akan kebagian oleh-oleh juga di bagian ini. Tunggu nanti di Dila&Zata Shop ya ;)

Menariknya, shopkeeper di sini modis-modis abuiiis! Mereka kebanyakan dari etnis China. Dandan lengkap dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mereka juga ramah-ramah dan bisa berbahasa Indonesia hehe. Nggak di Singapore, nggak di Arab, nggak di Sydney, banyak pedagang bisa bahasa indonesia. Bahasa kita yang universal atau kita yang memang terkenal gila belanja ya? :p.  Mereka akan menyapa, "Halo? Indonesia, apa kabar? Bagus!" sambil pamer dagangannya :D. Sila untuk yang terjebak rayuan, belanjalah banyak-banyak tapi kalau nggak mau kena pajak jangan lebih dari USD 250 (sekitar SGD 317) per orang ya.

Pertokoan Bugis Street terdiri dari dua lantai. Tempatnya serupa pasar Beringharjo Jogja hehehe. Bedanya, di lantai dua,kios-kiosnya lebih menarik. Mereka menata kios mereka dengan cantik dan unik, walaupun ya banyak juga yang biasa saja. Harganya pun terjangkau mulai dari SGD 10 hingga 30an ke atas.

Dari Bugis Street cukup berjalan kaki sampai daerah Haji Lane. Pas banget untuk sekalian sholat dan istirahat di Masjid Sultan kawasan Haji Lane. Disinilah kaki saya dan Zata mulai tidak beres. Rasanya puegel abissss. Namun,perjalanan masih panjang teman-teman semuanya. Kami masih punya waktu sampai tengah malam nanti hehehe. Dengan beberapa teguk air dan pks (pijat kaki sendiri), kami siap melanjutkan perjalanan!!


Kalap Pashmina

Di depan Masjid Sultan, ada daerah pertokoan yang berjudul Kampong Glam. Pashmina, batik, tas, sepatu aladin, dan kafe-kafe berjajar di sini mengapit pohon-pohon palm di pinggir jalan :). Saya dan Zata langsung kalap memborong pashmina di sebuah Toko Arab. Bahannya lembuuut banget, campuran wool dan khasmir, duh bikin kalaaaap. Oiya, nanti kamu bakal kebagian pashmina-pashmina cantiknya di Dila&Zata Shop ya, hihihihi.


Selesai dengan pashmina, kami jalan-jalan lagi dan foto-foto lagi di depan kafe,di pinggir jalan, di mana-manaaaa. Sambil jalan, sampailah kami di sebuah gang di belakang Arab Street. Taraaaa, gang tsb berisikan butik-butik unik. Mulai dari desain kiosnya hingga barang-barangnya. Bahkan ada butik yg tanpa penjaga, kita bisa bebas melihat-lihat, ssst jangan ambil apa-apa tanpa bayar yaa hihihi karena tetap diawasi lewat kamera :).

Di gang ini, saya beruntung ada mas-mas Arabian yang mau fotoin kami berdua. Rada melas juga jalan berdua doank susah foto berdua :( Si mas bilang, ”You are beautiful” entah ke Zata entah ke saya, moga-moga dua-duanya hihi ngarep dot coooom. Terus, doi tanya, ”Where do yo come from?” Kami jawab, ”Indonesia”. Doi langsung tertawa lebar, ”That’s why!!!” katanya genit. Hellooow, oke deh mas Arab, kami wanita Indonesia memang cantik-cantik amiiin;)

Akhirnya bisa foto berdua ;)

Setelah gang butik unik, kami masih lanjut lagi, jangan lupa, tetap jalan kaki mania *Ya Alloh moga-moga saya langsung kurus ;) Kami menuju ke Bugis Station lagi untuk lanjut ke Orchard Road. Kami janjian dengan Nur Hanis di sana. Fyi, Nur Hanis adalah teman baru kami via Lookbook ;) Zata sempat bertemu dengannya di hari sebelumnya. Kami mau janjian ketemuan lagi.

Okei, see you at Orchard! ;D

... bersambung ke sini.

Dila with <3

Sunday, March 13, 2011

Jalan Jalan Singapore. Cerita Dila: Bagian 3


Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker: pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT.  
Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)

Baca dulu cerita Dila bagian 1 di sini, dan bagian 2 di sini.

Show Time: Chinatown!

 Di stasiun MRT Chinatown

Dari Little India, kami lanjut ke Chinatown. Hmm, sebenarnya rute ini kurang efisien. Berhubung kami sudah sangat kelaparan, jadi dari hostel kami putuskan untuk ingin segera makan di Little India. Aturan kalau ingin urut: Lavender (hostel)- Bugis- Haji Lane - Merlion Park - Orchard - Chinatown - Little India. Tapi tak perlu khawatir, dengan tiket terusan semua terasa menjadi mudah dan murah. Mau bolak balik rute seribu kali juga tetep SGD 8 sehari hihihi.

Begitu sadar kami tidak efisien dalam rute, dan akan memakan banyak dollar utk MRT, akhirnya kami membeli Singapore Tourist Pass alias tiket MRT, bus dan LRT terusan, di Chinatown. Sehari cukup SGD 8 dengan deposit uang jaminan SGD 10 (nanti dikembalikan saat kamu mengembalikan kartu). Aturan langsung beli aja di Changi Airport begitu mendarat. Silakan klik ini untuk tahu detail tentang Singapore Tourist Pass :)

Yap! Dengan kecepatan super kami sampai di Chinatown :) Ada gapura bernuansa Tionghoa besar sekali di tengah jalan protokol. Pinggir-pinggirnya dipenuhi bunga sakura buatan dari lampu-lampu kecil warna pink. Kalau malam pasti cantik banget. Saya sempat bilang ke zata, "Zat tuh banyak bunga sakura." Zata jawab, "Itu beneran Dol?" Terbukti kan betapa miripnya sakura buatan dengan aslinya? Atau zata aja yang terlalu kagum? Hihihi

 Di depan Gapura

Di Chinatown, begitu keluar station, langsung disambut oleh pasar. Barang-barangnya ya barang-barang China hehehe. Banyak pernah-pernik dan oleh-oleh yang dijajakan di sini. Mulai dari kaos, baju, gantungan kunci, dll. Di sini juga banyak kafe-kafe yang berbau-bau Chinese maupun bule (maksudnya steak-steak gitu). Bule-bule minum-minum beer dengan ceria di sini.  

Hal menarik yang kami temukan di sini bukanlah membeli oleh-oleh atau baju-baju China (barangnya biasa-biasa aja, bener deh), melainkan air minum murah!! Hahaha. Zata girang banget nemuin sebuah warung dengan kulkas besar dipajang di depan bertuliskan 70cent each! Dan di dalam kulkas itu berisikan harta karun berupa beragam minuman dingiiiiiin! Jujur saja kami sulit menemukan tap-water di jalan-jalan. Sumpah kami cuma ketemu sama tap-water di Changi doank! Dehidrasi bukan kepalang kan jalan-jalan di tengah panasnya bumi Merlion. Hehehe.
"Dol ini beneran 70cent doank? Murah bangeeeet, biasanya 1 dollar lebiiiiih bahkan 2!!" Zata mulai kalap karena kehausan. Akhirnya doi membeli pulpy orange minute maid 600ml dengan masih berkomentar,"Ini murah banget doool, beneran nggak sih? Di INA aja minute maid lebih mahal botolnya kecil." mata zata berbinar-binar. Oke, oke, Zata sayangku, selamat minum air surgawimu sepuasnya :)

Setelah girang habis dapat air minum, kami foto-foto sebentar. Kami kembali ke bawah tanah demi meraih MRT menuju Bugiiiiiis.


Zata bergaya di Chinatown
Ps: kaki saya dan zata masih lumayan fit ya ini, fyi. Hehehe.

... bersambung

Dila with love :*

ps: baca juga cerita Zata di sini.

Thursday, March 10, 2011

Jalan Jalan Singapore. Cerita Zata: Bagian 1

Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker: pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT.  
Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)

My First Time Going Abroad

Sradak sruduk sradak sruduk..begitulah gambaran persiapanku berlibur ke singapore. Hmmmm...maklumlah ini kali pertama aku ke luar negeri, seorang diri pula.

Aku baru memulai packing pada H-1 berangkat ke SQ. Sebelumnya aku hanya mempersiapkan apa-apa saja yang akan aku bawa (beli ini itu). H-1 aku pamit ke nenekku, takut-takut kalo dicariin, hehehe. Sekalian bilang minta maaf kalo nanti gak bisa kasih oleh-oleh apapun karena aku hanya membawa uang saku sebesar 400 ribu Rupiah yang sudah kutukar dengan dolar SQ. Dueeeerrrr... Nenekku cuma ketawa ngakak... Its ok, nenek n' sodara-sodaraku semua memakluminya.. Secara aku bukan anak orang kaya... Hihihihihiihihi...

Malam menjelang.. Waktuku bersiap untuk packing semua barang.
Aku sudah mempersiapkan semua barang yg akan aku bawa dan sebuah koper kecil. .....Tik tok tik tok... Ritual packing-pun dimulai.. Tik tok tik tok...

Muka yg tadinya semangat mulai berubah masam karena ternyata barang bawaanku melebihi aturan tertulis di Air Asia instruction yakni 7kg untuk kabin. Fiuuuuhhhh....panik dan gemes jadi satu... Setelah diskusi panjang dengan Dila, aku mulai panas, dan koperpun aku lempar...ahahaha. 

Sambil kesal aku berfikir dan BBM-an dengan pacar dan temanku yg sudah sering ke luar negeri. Pacarku bilang: "Sudahlah, yang penting kopermu kecil dan muat di kabin". Karena aku udik belum pernah ke luar negeri, himbauan pacar masih membuatku ragu dan kesal karena kelebihan muatan tadi. Akhirnya aku hubungi temanku, mbak Amha namanya. Dia bilang pernah membawa beban hingga 30kg ke dalam kabin tapi dia cuek aja...hahaha. Cerita ini bikin aku semangat. Akhirnya aku lanjutkan packing dengan koper kecilku, dan aku tak jadi mengurangi muatanku. Packing selesai dan akupun melanjutkan malam dengan tidur yg tak tenang menanti esok tiba.


Lovely Surprise at Adi Sucipto...
 

Excited luar biasa pagi itu rasanya, sampai-sampai ayah ibu dan adikku aku wajibkan untuk mengantarku...hehehe.
Aku sungguh nervous karena aku seorang diri berangkat menuju SQ (Dila menyusul di hari kedua karena Jumat tidak bisa dapat cuti).


 Aku di bandara Adi Sucipto
 
Sampai di bandara aku dikejutkan oleh kedatangan sahabatku, Yuyun yang ngakunya hanya mau mengantarku ke bandara. Ternyataaaaa, dia datang dengan sudah membawa tiket dan paspor di tangannya. Astaghfirullah... Aku masih bingung banget waktu itu. Lalu Yuyun bilang: "Ayo kita check-in bareng!" 
Kalimat itu yg akhirnya membuatku makin yakin kalo aku tak jadi seorang diri ke SQ. Lalu dia teriak, "Surpriseeeee!!!!" 
Yeeeeeee...gak bisa tergambarkan perasaanku saat itu luar biasa senangnya. Akhirnya aku pergi ke SQ not alone dan yang membuatku luar biasa senang karena aku ditemani sahabatku sendiri- Yuyun Widanarti. 
Kami pun bergegas check-in di dalam..ups tunggu...sebelumnya cupika cupiki dulu sama ibu dan ayah....(Woahahahahahha sok manis)...langsung check in... Setelah beberapa menit menunggu di boarding room, gate pun dibuka dan kami berdua bergegas menuju pesawat. Masukan koper dalam kabin dan hfffhhhhh...duduk di kursi pesawat. Aku duduk bertiga dengan Yuyun dan Ibu Tati (baru kenalan di dalam pesawat, hehehe.

Di dalam pesawat Air Asia
Take off position........!!!! Waaaaa mulai terbang ini pesawat.... Hmmmmm... Perjalanan memakan waktu 2 jam. Aku dan Yuyun ngobrol panjang sampai akhirnya kami berdua tertidur karena bosan...hehehe...
Dua jam sudah berlalu, Airport Changi membentang di depan mata (saking gedenya jadi pake istilah membentang)... 

bersambung...

Zata with <3 

ps: baca juga cerita Dila di sini dan di sini :) 

Jalan Jalan Singapore. Cerita Dila: Bagian 2

Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker. Pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT. Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)


Sst, baca dulu bagian 1 di sini.

Hostel Amigos

Jadi ingat telenovela termasyur zaman saya SD, Amigos! Yap, itu nama hostel yang kami inapi. Karena hotel dengan s, tentunya low budget. Kami cukup membayar 18 SGD untuk semalamnya, sudah dapat sarapan gratis pula :)

Hotel ini cukup bersih. Sekamar ada 8 bed cewek semua. Begitu sampai, Zata langsung mengenalkan saya pada teman-teman barunya, mereka berasal dari Vietnam, Philipine, dan Perancis. Kamar hostel ini pakai AC lho, nyaman. Bed-nya model bunk bed bertingkat, seru juga seperti tentara hehe. Asyiknya saya dapat yang di atas, untung gak jebol menimpa bawah saya :p. Hostel ini juga menyediakan free internet connection, pakai pc atau pun wi-fi. Dapur, laundry, dan kamar mandi juga tersedia dan bersiiiiih. Ada ruang santai juga di rooftop, kami sempat foto-foto juga disana :) 

 Kamar bunk bed kami, sharing 8 orang

 Dapur dan Laundry. Bersih!

 Rooftop!

Lokasi hostel ini dekat dengan stasiun MRT lavender. Tapi, untuk cari makan agak susah memang. Hostel ini berada di pinggiran pusat kota yang tidak begitu ramai. Enaknya, lokasi ini hanya berjarak satu stasiun ke kawasan Bugis, yeey, one of my fav place ^_^ (sabar baca cerita saya berikutnya yaaa ;)

Setelah sedikit mencicipi Amigos, saya dan Zata segera bersiap! We have many things to do in SQ!!! :)

Show time: Little India!

Tentu saja kami ingin jalan-jalan sambil bergaya. Maka dari niatan tersebut, Zata membawa perlengkapan perang D&Z, mulai dari alas bedak Ultima hingga eyeshadow Wardah. Dari kuas berbagai macam ukuran sampai bulu mata hihihi. Sayangnya, kami tidak menemukan gunting untuk memotong bulu mata palsu biar nggak lebai. Gagal deh punya bulu mata lentik dan lebat, hihihi, centhil banget :p. Cukup memakai maskara dan penjepit bulu mata, merapikan alis, membubuhkan blush on, eyeshadow favorit, eyeliner ajaib, lipstik kesukaan masing-masing, dan tentu yang paling utama, our hijab! Yeah, we r ready to explore SQ :D!

 Zata dandan

Hari pertama saya (hari kedua Zata), kami putuskan untuk memakai floral maxi dress Supre, new collection D&Z :). Itung-itung reyen baju baru sambil promosi :p Dengan Garden Pink Maxi dan Fun Palm Maxi, kami berdua melenggang kaki menuju stasiun Lavender. Kali ini Zata yang jadi tour guide saya, kan doi yang duluan menjamah SQ walupun hanya sehari sebelumnya hihihi.

O, iya,penting dicatat, usahakan memakai sepatu yang nyaman agar tidak tersiksa selama perjalanan. Zata, si ratu high heels  di hari pertamanya memakai high heels 12cm untuk jalan seharian setelah akhirnya menyerah dan membeli flat shoes cantik di Bugis Junction :) (untuk gambaran saja sih kalau mau jalan-jalan seharian hehe). Boleh saja  bawa highheels untuk foto-foto doang. Karena ribet gonta ganti dan takut kaki remuk redam, saya memilih memakai flat shoes kesayangan saya, Connexion :). 
*itu saja kaki rasanya sudah mati rasa, tunggu di cerita selanjutnya :p

Pukul 1 siang, kami berangkat menuju Little India! Niatnya sekalian makan siang. Dari Lavender menuju Little India, perlu transfer MRT alias ganti jalur dulu di Outram Park. Tidak perlu takut nyasar, peta dan sign di SQ sangat jelas dan membantu. Kalau masih bingung, silakan tanya petugas di loket. Takut tidak bisa bahasa inggris? Petugas bisa berbahasa indonesia melayu :) Rasanya seperti di kampung halaman sendiri hehehe.

Sampai di Llittle India, kami sebatas jalan-jalan, foto-foto sebentar, dan makan di foodcourt terdekat. Kami makan nasi biryani SGD 4 dengan ayam sangat besar. Kami juga jajan cakwe dan gorengan. 

 Di Little India

Di Little India, banyak berseliweran orang-orang India (ya iyalah :p). Kamu akan merasa berada di India (mulai sotoy, kaya pernah ke India aja hehehe) .Bau dupanya, kain sari-nya, gelang-gelangnya, dan tentu saja musiknya! Yap, musik India diputar keras-keras hingga terdengar di jalanan. Siap-siap saja joged, siapa tau direkrut main film bareng Shahrukh Khan hehe.

Dari Little India, kami lanjutkan perjalanan ke China Town!! Dari India, mari kita pindah ke Chinaaaa :D!

... bersambung ke sini.

Dila with <3
 
ps: Baca juga cerita Zata di sini.

Jalan Jalan Singapore. Cerita Dila: Bagian 1

Kami bisa jalan-jalan ke Singapore bukan karena kami kaya atau anak orang kaya. JJS kami adalah budget trip ala backpacker. Pesan tiket pesawat termurah di Air Asia, menginap di hostel, makan di warung dan jalan-jalan naik MRT. Hope our story can inspire you. We don't need to be rich to travel the world :)


Duren Sawit - Cengkareng - Changi

Bandara Soekarno Hatta terletak di Cengkareng, Banten, barat laut Jakarta. Lokasi tersebut sungguh jauh di mata dari kawasan kos saya di Duren Sawit, Jakarta Timur.Hal ini membuat saya harus berpikir menyiasati jarak jauh menuju bandara yang terkenal itu. Bakalan membelah jakarta di pagi buta kalau strategi kurang matang, hihihi.

Ada dua opsi. Pertama, naik taxi ke terminal Rawamangun dan lanjut bus Damri bandara yg paling pagi, yaitu setengah 4 pagi. Tarif naik bus Damri 20ribu. Waktu tempuh di pagi buta cukup satu jam saja kalau lancar. Tapi,saya keder juga harus keluar kos jam 3 pagi di daerah yang baru saya huni selama dua bulan ini. Opsi kedua yaitu naik taxi langsung menuju Cengkareng,yang mana pasti akan membuat kantong saya menjadi setipis tissu basah mitu, hihihi. Setelah melewati berbagai pertimbangan, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa taxi. Tentu saja bukan dari Duren Sawit, melainkan dari daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kebetulan ada kerabat yang tinggal disana dan berbaik hati memberi tumpangan barang semalam :) Mereka adalah keluarga Pak Tarso :)

Saya memulai perjalanan saya dari jalan Ngurah Rai naik metromini 506 menuju kampung melayu, dan melanjutkannya dg bus Trans Jakarta ke halte pos Pengumben. TJ yang saya tumpangi harus melewati dua kali transit yaitu di halte Senen dan Harmoni. Apesnya, malam itu bus sungguh penuh sesak. Alamak, saya berdiri selama dua jam di tengah macetnya ibukota. Sudah kayak upacara bendera di senin pagi. Kaki saya rasanya sudah encok dan jejeritan, hihihi.

Sampai Kebon Jeruk jam 10 malam, saya baru tidur jam 12 setelah ini dan itu termasuk اَÙ„ْØ­َÙ…ْدُÙ„ِÙ„ّÙ‡ِ, sekalian jualan hihihi. Kerabat saya, Mutiara Febria, ngelarisin inner dan hijab band, tengkyu sista :) Setelah transaksi dan ngobrol sana sini, saya akhirnya tidur. Siap tempur untuk the real journey to Singapore :) Flight saya Air Asia pukul 7.20 WIB.


Touch Down Singapore

Sabtu pagi buta, saya naik taxi dari Kebon Jeruk menuju Cengkareng, sekitar 75ribu rupiah saja tanpa bayar tol. Ini fasilitas airport taxi. Kalau mau ke bandara pastikan taxi kamu pakai jasa ini biar gak usah bayar tol hihihihi.

Air Asia berada di terminal 2D. Masuklah saya check-in. Karena perut keroncongan, saya makan dulu pastel kari di dalam bandara. Buat yang mau irit, saya saranin sarapan dulu di rumah masing-masing hehehe.

Saya sempat kenalan dengan dua cewek Indonesia yang mau jalan-jalan ke SQ juga. Mereka juga hijabers, hasrat promosi saya hampir keluar, tapi belum sempat promo, kami harus boarding dan tempat duduk kami jauh terpisah :(

Setelah sekitar 1jam berada di udara, saya pun mendarat di bandara Changi. Yeeey! Sebelumnya ada teman yang bilang kalau masuk SQ itu agak ribet dan ketat, tapi nyatanya nggak sama sekali. Saya turun dari pesawat dengan selamat, dan melewati counter imigrasi dengan lancar tanpa ditanya ini itu. Tentunya setelah mengisi kartu kedatangan dan menunjukkan paspor. Bahkan petugasnya berbahasa Indonesia, nggak nge-feel banget kalau di luar negeri hehehe.

Bandara Changi adalah bandara terbesar yang pernah saya datangi, hehehe. Padahal bandara yang pernah saya datangi baru Adi Sucipto, Soekarno Hatta, Ngurah Rai, dan Sydney. Hihihi. Tapi suer, bandaranya keren abis. Sampai-sampai Zata menobatkan bandara ini sebagai the most favourite place in SQ, hehehe. Bersih banget, sign-nya jelas banget, dan arsitekturnya ciamik (mulai sotoy hahaha).

Saking besarnya, antarterminal, bandara ini nyediain sky train gratis. Bentuknya seperti monorail,rel nya ada di atas antara gedung-gedung terminal. Tidak lupa Zata lagi-lagi berkomentar, dol kita di planet luar angkasa ya? Hahaha, dasar norak dia orang :) Kami pun benar-benar tidak tahu tampak depan dari bandara Changi ini, karena stasiun MRT juga terletak di dalam bandara, jadi kami tidak perlu keluar bandara untuk mencapai stasiun.

Setelah celingak celinguk, saya bertemu dengan Yuyun dan Zata. Sayang Yuyun harus segera masuk untuk boarding kembali ke tanah air, katanya ada tes kerja di sebuah bank ternama di Jogja hehe. Jadilah kami hanya foto-foto sebentar. Yuyun segera sprint ke gate, saya dan Zata meluncur ke hostel Amigos tempat kami menginap.

 Yuyun, Saya (Dila) dan Zata

Saya sudah nggak sabar jalan-jalan :)

... bersambung ke sini.

Dila with <3

ps: baca juga cerita Zata di sini.
 

Saturday, February 19, 2011

Kartun Mibi

Ingat nggak sama "Balloon Boy" di posting kami sebelum ini?
Dia adalah kartunis yang lumayan disegani di Jogja loooh... 
Berikut adalah serial kartun Mibi yang lumayan lucu dan sudah punya banyak fans di kalangan fesbukers Jogja :)

Enjoy!














Lucu? Suka? Penasaran sama Balloon Boy?
Boleh kenalan sama orangnya langsung di sini.
*cepetan yaa, mumpung lagi promosi :p*

M.

Wednesday, February 16, 2011

Fun Day at 'The Office'

When I was 23, I was a 'desperate housewife' with 2-year-old kid, struggling to finish my study at Uni.
Dila and Zata are two lucky girls. In their early twenty, they'd already started their own business, make money and have fun.

Well, it's not always fun day at 'the office'. Sometimes Zata juggles her busy Uni schedule (she's in her last semester at Uni) with her task to satisfy customers. Dila spends almost every weekend in the trains, back and forth Jakarta-Jogja.

Running business from three different cities can be a bit tricky. Thanks to technologies, we are armed with two wonderful BBs in Jogja and Jakarta and a beautiful mac with high speed internet connection in Sydney. With that, 4 hours time different between Sydney and Jakarta/Jogja is no problem at all.


Apart from that, the three of us agree that the funnest day at the office would be the Photo Session day. This is the day we can't hardly wait. Dila secretly admits that being a model is her childhood dream. Suddenly I remember rows of trophies we had at our parent's home, from her early modeling days. *chuckle*


We schedule two photo sessions per month as we launch two collections per month. Sometimes it's behind schedule, due to Dila's busy day at Jakarta. But most of the time, Zata, our wonderful girl, designer and stylist at Dila&Zata Shop can make it. Zata is smart enough to 'recruit' her BFF, Yuyun and also our 'lucky' customers, Nadia and Amha when Dila is not available.


Nervous enough, Dila and Zata managed to do their first photo session at the convenience of Dila's (parents) home at Salam. I had already order them to take some Behind The Scene shoots but yeah, forgave that nervousness. The result is amazing. No nervousness or awkward pose whatsoever. They are just fabulous. You can see the photos of first session here.


Three other photo sessions held in various location in exotic Jogja: Tamansari (The Water Castle), Vredeburg Fort and Kotagedhe.


Formerly Tamansari was a recreation garden or a resting house for the Sultan and Family. Now it's almost like a ruin (even worse after 2006 earthquake). But you can still see the beauty of this retreat complex. Beside as tourist spot, Tamansari is also a favorite spot among (newbie) photographers. Having photo session in here, photographer is spoiled by so many natural background choices, opportunities to do framing with those beautiful arch and tunnels.

Here are the girls at Tamansari. Too bad Dila couldn't make it.


You can see full photos at Tamansari here.


Early this month, we did photo session at Vredeburg Fort. The location suited our theme well for February. We launched "Sweet February" with lots of soft colour like pink and pastel. That day, Dila's boyfriend was there with special task: to handle our gas balloons as props :) Our photographer is Dara, Zata's little sister who is very talented in doing model photography. She could shoot from extraordinary angles and present us with lovely pictures, here.


 The balloons' boy

 Dara took what necessary to get beautiful shot

 Zata, Yuyun, Dila and Dara


Just two days ago, Zata went duet with her sister (again) to do a photo session for our latest collection: Imported Floral Maxi Dresses. They both head to Kotagedhe, just a quick stroll from their home. Kotagedhe is an ancient city, formerly the capital of Islamic Mataram Kingdom in Java. This old city complex has beautiful narrow lane ways, traditional Javanese house, old cemetery, old mosque etc. Dara did amazing job here. She put a contrast between old house, broken door, exposed brick and the beautiful Zata in our maxis. 

 Zata strolls Kotagedhe tiny lane way
 Beautiful girl gets ready

 And look at this, my favorite pic: Zata looks stunning in front of that ugly community board


You can see the full picture of our latest collection here.


Next month, Dila and Zata will fly to Singapore to do some shopping and (of course) their personal photo session.


Oh, my, I dream of joining them.


Love from Sydney,
xoxo


Mala.